Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2013

Contoh Laporan Prakerin untuk Jurusan Multimedia (Sekolah Pelita Raya) -bag II

BAB  I
PENDAHULUAN

I.1   Latar  Belakang
         Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian dari kurikulum yang dilaksanakan sebagai salah satu syarat bagi siswa untuk mengikuti Ujian Nasional (UN)  dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMK Swasta Pelita Raya Jambi.
         Prakerin juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan, yakni untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Hal ini, sejalan dengan visi dan misi sekolah menengah kejuruan, “mewujudkan tamatan yang berkompeten dalam bidangnya”. Sesuai dengan kurikulum yang diterapkan untuk melaksanakan uji kompetensi berupa pendekatan project work, di mana penulis diminta untuk menerapkan beragam fungsi multimedia yang telah dipelajari.
         Project work merupakan suatu aplikasi penerapan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah dan diwujud-nyatakan dalam action/praktek nyata di lapangan dengan mengumpulkan data lapangan mengenai manfaat multimedia di Sekolah Pelita Raya yang kemudian disusun menjadi sebuah data laporan yang dapat dipertanggung-jawabkan.
          Proses pengumpulan data lapangan harus melalui tahapan tertentu. Hal ini, penting untuk mendapatkan hasil data yang akurat.
         Berdasarkan pengamatan lapangan, Sekolah Pelita Raya telah menerapkan banyak manfaat dari multimedia. Penulis berusaha untuk mempelajari manfaat dari multimedia yang terdapat di Sekolah Pelita Raya, kemudian membandingkannya dengan teori yang telah dipelajari dan selanjutnya mengimplementasikannya ke dalam praktek.
          
I.2   Sejarah dan Perkembangan TI
       TI atau yang  lebih dikenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dimulai dari penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875.  Temuan ini, kemudian diikuti dengan perkembangan jaringan komunikasi dengan kabel di seluruh Benua Amerika, yang kemudian ikut berkembang di seluruh Translatik.

          Di awal abad 20, terjadi sebuah perkembangan baru , yakni transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat yang segera diikuti oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, dalam bentuk siaran televisi pada pertengahan abad 20.
         Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943, kemudian diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (intergrated electronics) pada tahun 1957d.
         Perkembangan TI paling pesat terjadi pada era Perang Dingin. Di era ini, persaingan IPTEK antara blok barat dan blok timur menyebabkan kedua kubu saling berlomba untuk mengembangkan IPTEK. Efek lanjutan dari kondisi ini adalah lahirnya mikroprosesor, yang merupakan otak perangkat keras yang terus berevolusi sampai saat ini.
         Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital, dan hasilnya adalah ditemukanlah telepon seluler.
         Di abad 21 ini, perkembangan teknologi terus berjalan. Hal ini didukung dengan faktor-faktor seperti faktor ekonomi yakni persaingan bisnis antara satu perusahaan dan perusahaan lain, budaya, dsb. Perkembangan teknologi ini, yang juga dikenal dengan revolusi digital, menciptakan berbagai mesin yang semakin mampu untuk menggantikan kerja manusia.

I. 3   Tujuan dan Manfaat
       Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan Prakerin ini adalah sebagai berikut:
1.       Mengembangkan ilmu pengetahuan peserta didik yang telah diperoleh di sekolah untuk dapat diterapkan di berbagai dunia industri. 
2.      Menghasilkan peserta didik yang berkualitas sehingga dapat membangun bangsa.
3.       Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kreatifitas untuk mengembangkan teknologi baru sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, dapat memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dengan baik.
4.       Memberikan pengalaman konkrit kepada peserta Prakerin sekaligus gambaran mengenai peluang kerja setelah tamat SMK.

BAB  II
KEADAAN UMUM PERUSAHAAN (Du/Di)

II.1   Sejarah Berdirinya Perusahaan (DU/DI)
         Yayasan Pendidikan Pelita Raya didirikan berdasarkan akte notaris no. 57 tahun 2003. Operasional pembangunan fisik sekolah dimulai pada tanggal 12 Januari 2004. Operasional sekolah dimulai pada tahun ajaran 2004/2005 untuk jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK Akuntansi, dengan total siswa, pada awalnya, sebanyak 43 orang.
         Pada tahun 2005, Sekolah Pelita Raya membuka jurusan baru untuk SMK, yakni Multimedia. Selain itu, Yayasan Pendidikan Pelita Raya juga membuka sebuah unit baru, yakni Sekolah Dasar.
         Pada tahun 2006, Pelita Raya mendirikan sebuah taman kanak-kanak.
         Pada tahun 2007, Yayasan Pendidikan Pelita Raya berhasil menamatkan angkatan pertama SMP, SMA jurusan IPA dan IPS, serta SMK untuk jurusan Akuntansi lulus. Ujian nasional untuk tingkat SMP menginduk di SMPN 6, sedangkan untuk SMA, menginduk ke SMAN 2. Sementara ujian nasional untuk SMK dilangsungkan di SMK 2. Siswa yang lulus pada tahun ini sebanyak 39 orang.
         Pada tahun 2008, siswa angkatan kedua di SMP, SMA serta SMK Pelita Raya lulus dengan presentasi 100%. Pada tahun ini, ujian nasional sudah dapat dilangsungkan di Sekolah Pelita Raya.
         Hingga sekarang, pada tahun 2013, Sekolah Pelita Raya telah berkembang hingga dipercaya lebih dari 800 siswa, dengan jumlah kelas sebanyak 20 ruang untuk siswa SMP, SMA, dan SMK.
          
II.2   Letak Geografis Perusahaan
                SMK Swasta Pelita Raya beralamat  Jalan Kopral Ramli, no. 89, kelurahan Talang Bakung, kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

II.3   Ketenagakerjaan
1.       Bapak (nama kepala sekolah), merupakan Kepala SMK Swasta Pelita Raya. Beliau meminta laporan perpustakaan dari kepala perpustakaan.
2.       Ibu (nama kepala perpustakaan), selaku Kepala Perpustakaan, bertanggung jawab terhadap perpustakaan secara keseluruhan, dan memberikan laporan mengenai perkembangan perpustakaan kepada kepala sekolah.
3.       Petugas teknis, yakni (nama-nama petugas teknis perpustakaan), bertugas untuk menjaga kondisi buku dan memperbaiki buku-buku yang rusak di perpustakaan. Selain itu, petugas teknis juga bertanggung jawab untuk memberikan laporan mengenai buku kepada kepala perpustakaan.
4.       Petugas pelayanan, (nama-nama petugas pelayanan pepustakaan), bertugas untuk melayani pengunjung perpustakaan dan mencatat berbagai transaksi peminjaman buku. Petugas pelayanan bertanggung jawab untuk memberikan laporan pengunjung kepada kepala perpustakaan.

BAB  III
PROSES OPERASIONAL PERUSAHAAN (Du/Di)

III.I   Alur Pelaksanaan Operasional Perusahaan (DU/DI)
            Berikut ini adalah alur pelaksanaan operasional Perpustakaan Pelita Raya: 

III.2   Input dan Output Perusahaan (DU/DI)
       Input pada Perpustakaan Pelita Raya adalah berupa buku (baik fiksi maupun non-fiksi), globe, peta dan beberapa alat peraga pendidikan.
         Sementara output perpustakaan berupa jasa, baik jasa membaca buku di tempat (perpustakaan), jasa peminjaman buku dan alat peraga pendidikan, jasa penggunaan lokasi perpustakaan untuk kegiatan tertentu, jasa pelayanan guru, dan sebagainya.

III.3   Permasalahan dan Resiko pada Perusahaan (DU/DI)
            Perasalahan yang dialami perpustakaan:
1)      Proses pencarian buku di perpustakaan sulit dan memakan waktu.
2)      Sedikitnya jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan. Dan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana (fasilitas audio visual, rak buku, luas ruangan, dsb).
3)      Sedikitnya buku yang terdapat di perpustakaan, terutama buku fiksi dan jarang terdapat buku baru di perpustakaan.
Resiko yang dialami perpustakaan:
1)      Buku perpustakaan yang dipinjam rusak, hilang, atau dicoret-coret.
2)      Alat peraga yang dimiliki perpustakaan rusak atau disalah-gunakan oleh siswa.

III.4   Pemanfaatan Sistem TI pada Perusahaan (Du/Di)
1)      Untuk mempercepat proses pengelolaan data pengunjung di perpustakaan.
2)      Untuk mempercepat proses pengelolaan data buku di perpustakaan.
3)      Untuk mempercepat proses pembuatan grafik perpustakaan.
  
III.5   Sistem Pengawasan/Evaluasi pada Perusahaan (DU/DI)
         Sehari-hari, perpustakaan dijalankan oleh pegawai perpustakaan. Namun, perkembangan Perpustakaan Pelita Raya selalu berada di bawah pengawasan kepala perpustakaan, yakni Ibu Ir. Cherly Alase. Untuk setiap perubahan yang dilakukan di perpustakaan, maka akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada kepala perpustakaan.
         Untuk evaluasi kinerja pegawai perpustakaan, diadakan rapat karyawan. Sesekali, kepala perpustakaan langsung datang ke perpustakaan untuk evaluasi.


 BAB  IV
PEMBAHASAN

IV.1   Alur Kegiatan di Perusahaan (DU/DI)
       Buku-buku perpustakaan bersumber dari pihak sekolah, bantuan dari pemerintah (dinas pendidikan dan kebudayaan), dan sumbangan dari siswa, baik yang alumni maupun yang masih berstatus siswa.
         Buku-buku tersebut, kemudian dicatat oleh petugas perpustakaan sebagai buku perpustakaan. Kemudian buku-buku tersebut diberi nomor dan disampul oleh petugas. Setelah selesai, buku-buku tersebut siap dipajang di rak perpustakaan, dipilah berdasarkan aturan klasifikasi buku, kelas, dan isi buku.
         Ketika ada pengunjung (anggota perpustakaan) yang ingin meminjam buku, maka buku  yang akan dipinjam akan dicatat oleh petugas.
         Ketika buku dikembalikan, maka akan dilakukan proses pencatatan lagi dan pengecekan lama peminjaman. Untuk siswa, waktu maksimal peminjaman adalah 7 hari, jika lebih, maka siswa akan dikenakan denda.

IV. 2   Penyelesaian Permasalahan dan Konsekuensinya
Permasalahan yang ditemui oleh penulis dan penyelesaiannya:
1)      Proses pencarian buku yang sulit dan memakan waktu. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan memanfaatkan sistem TI, yakni dengan menggunakan sebuah software berbasis database sebagai katalog perpustakaan sehingga data dari buku yang diinginkan dapat segera ditemukan.
Dengan adanya katalog, maka siswa cukup mengetikkan keyword atau judul buku yang diinginkan, maka data-data mengenai buku akan segera ditemukan.
2)      Sedikitnya jumlah pengunjung (siswa) yang datang ke perpustakaan ada dari dua sebab. Sebab pertama adalah faktor jarak. Gedung Perpustakaan Pelita Raya tidak menyatu dengan gedung SMK Pelita Raya, sehingga siswa SMK jarang ke perpustakaan. Apalagi, jika hal yang dibutuhkan tidak terlalu penting.
Faktor ke dua, perpustakaan yang kurang menarik bagi siswa karena perpustakaan hanya  menjadi  tempat membaca dan meminjam buku, tanpa ada fungsi lain.
  Sedikitnya jumlah buku yang terdapat di perpustakaan, terutama buku fiksi (novel, komik, kumpulan puisi, dsb). Hal ini juga merupakan salah satu faktor yang menurunkan daya tarik perpustakaan.

Konsekuensi:
Ada beberapa konsekuensi dari kondisi di atas keadaan perpustakaan semakin efektif dan bermanfaat, antara lain:
1)      Perlu disediakan seperangkat komputer (minimal terdiri dari mouse, keyboard, dan monitor, untuk CPU dapat share dengan CPU lain perpustakaan) untuk mengadakan katalog perpustakaan. Juga harus disediakan ruang/meja untuk lokasi perangkat komputer.
2)      Perlu menyediakan beberapa unit komputer, lengkap dengan modem dan meja serta lokasi untuk meletakkan meja di perpustakaan agar fasilitas online library (perpustakaan online) dapat dijalankan. Padahal, perpustakaan sendiri tidak memiliki banyak ruang kosong lagi.
3)      Perlu untuk mengeluarkan sejumlah biaya untik pengadaan fasilitas audio visual, pebaikan serta pelengkapan alat peraga, pembuatan lemari, meja dan juga pembelian buku-buku baru yang mungkin tidak sedikit.

IV.3   PENERAPAN DAN PENGGUNAAN SISTEM TI
         Perpustakaan Pelita Raya menerapkan Microsoft Excel dalam membuat data dan laporan, baik laporan pengunjung, data buku, dan sebagainya. Selain itu, Perpustakaan Pelita Raya juga menggunakan Microsoft Excel untuk pembuatan grafik pengunjung, dan grafik peminjaman buku.
         Selain Microsoft Excel, beberapa program berbasis pengeditan gambar juga digunakan dalam pembuatan peringatan-peringatan di dalam perpustakaan seperti peringatan untuk tidak berisik dan menjaga kebersihan perpustakaan.

 BAB  V
PENUTUP

V.1   Kesimpulan
         Perpustakaan Pelita Raya memiliki koleksi buku dan alat peraga yang cukup, namun masih perlu ditingkatkan, diperbanyak, dan diperbaiki. Supaya perpustakaan semakin maksimal dan efektif, maka perlu dipersiapkan berbagai sarana pendukung, seperti komputer, lemari, meja, dan lainnya.
         Selain meningkatkan sarana, usaha untuk meningkatkan pelayanan juga penting. Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan yakni dengan menggunakan sistem TI, yakni memanfaatkan software berbasis database sebagai katalog perpustakaan. Hal ini penting karena semakin berkembangnya perpustakaan, maka pelayanan dari tenaga kerja yang terbatas tak akan mencukupi.
         Dengan adanya software berbasis database sebagai katalog perpustakaan, maka pengunjung perpustakaan dapat mencari sendiri buku yang diinginkan dan mengetahui letak buku tersebut. Dengan begitu, pekerjaan staf perpustakaan, terutama staf pelayanan akan dimudahkan.

V.2   Saran
       Adapun saran untuk Perpustakaan Pelita Raya adalah sebagai berikut:
1)      Menyempurnakan pembuatan katalog dengan memanfaatkan software berbasis database.
2)      Buku perpustakaan sebaiknya diperbanyak, terutama buku-buku fiksi. Selain itu, ada baiknya perpustakaan berlanganan majalah (contoh: Intisari) karena di dalam majalah juga terdapat informasi-informasi lain, tidak hanya terbatas pada buku.
3)      Sebaiknya ada sebuah rak khusus untuk koran, sehingga koran-koran tidak terletak di sembarang tempat yang akan membuat perpustakaan berantakan.
4)      Semakin perlunya dikembangkan fasilitas-fasilitas seperti perpustakaan online dan audio visual di perpustakaan sangat menarik bagi siswa/i, apalagi aspek ini menjadi salah satu primadona dalam perkembangan TI.
5)      Pemanfaatan sistem TI sebaiknya ditingkatkan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi baik dari segi efisiensi waktu, maupun finansial (uang).
6)      Merancang kembali lokasi gedung perpustakaan yang menyatu atau minimal dekat dengan gedung SMK Pelita Raya. Jika memungkinkan, perlu dipikirkan perpustakaan untuk setiap satuan pendidikan.





Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Profil Yayasan Pendidikan Pelita Raya. Jambi: Research and Developmen YPPR.


Kamis, 17 Oktober 2013

Contoh Laporan Prakerin untuk Jurusan Multimedia (Sekolah Pelita Raya) -bagian I

MEMANFAATKAN SOFTWARE BERBASIS DATABASE DALAM PEMBUATAN KATALOG
DI PERPUSTAKAAN PELITA RAYA


Oleh

(nama siswa)
(nomor induk siswa)














Jurusan Multimedia
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SWASTA (SMKS) PELITA RAYA
K O T A  J A M B I
J A M B I

2 0 1 3
MEMANFAATKAN SOFTWARE BERBASIS DATABASE DALAM PEMBUATAN KATALOG
DI PERPUSTAKAAN PELITA RAYA



Oleh

(nama siswa)
(nomor induk siswa)



Laporan Praktek Pendidikan Sistem Ganda (PSG)/Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Sebagai Salah Satu Syarat Dalam
Menyelesaikan Pendidikan Pada Jurusan Multimedia




SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SWASTA (SMKS) PELITA RAYA
KOTA  JAMBI
J A M B I
2 0 1 3
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SWASTA (SMKS) PELITA RAYA
Jurusan Multimedia

Memanfaatkan Software Berbasis Database Dalam Pembuatan Katalog
Di Perpustakaan Sekolah Pelita Raya


Laporan Praktek Pendidikan Sistem Ganda (PSG)/Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Sebagai Salah Satu Syarat Dalam
Menyelesaikan Pendidikan Pada Jurusan Multimedia
Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelita Raya
Kota Jambi
Jambi


Oleh
(nama siswa)
(nomor induk siswa)


Disetujui,

Guru  Pembimbing                                                                                                           Pembimbing PSG/Prakerin


(nama guru pembimbing)                                                                                 (nama pembimbing PSG)

LEMBAR  PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                                    : (nama siswa)
NIS                                       : (nomor induk sekolah siswa)
Kompetensi  Keahlian            : Multimedia

         Dengan ini menyatakan bahwa laporan ini benar-benar karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan dari hasil laporan pihak lain. Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa laporan prakerin ini merupakan jiplakan, saya bersedia menerima sanksi dari pihak sekolah.
         Demikianlah pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

                                                                                                                                                

                                                                                                                                                
                                                                                                                       Jambi,  25 September 3013
                                                                                                                       Penulis Laporan,


                                                                                                                       (nama siswa)



iii

Kamis, 09 Agustus 2012

Contoh Makalah/Laporan: Fungi (Jamur)


BAB I
Pendahuluan 

Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi
(dari akar kata Yunani μυκες, "lendir", dan λογοσ, "pengetahuan", "lambang").


BAB II
Pengetahuan akan Fungi Lebih Lanjut

  •  POSISI  FUNGI  DALAM  TAKSONOMI
Sebelum dikenalkannya metode molekuler untuk analisis filogenetik, dulu fungi dimasukkan ke dalam kerajaan tumbuhan/plantae karena fungi memiliki beberapa kemiripan dengan tumbuhan yaitu tidak dapat berpindah tempat, juga struktur morfologi dan tempat hidupnya juga mirip. Seperti tanaman, kebanyakan fungi juga tumbuh di tanah. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari kerajaan tumbuhan dan mempunyai kerajaan sendiri karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.
Beberapa ciri-ciri fungi yang mirip dengan makhluk hidup lain:
-           Dengan jenis eukariota lainnya: Sama seperti eukariota, sel fungi memiliki membran inti dengan kromosom yang mengandung DNA. Selain itu, sel fungi juga memiliki beberapa organel sitoplasmik seperti mitokondria, sterol, dan ribosom

-           Dengan hewan: Fungi tidak mempunyai kloroplas dan merupakan organisme heterotrof, memerlukan senyawa organik sebagai sumber energinya.

-           Dengan tumbuhan: Fungi mempunyai dinding sel dan vakuola. Fungi bisa bereproduksi secara seksual maupun aseksual, dan seperti grup tanaman basal lainnya (seperti tumbuhan paku dan lumut daun), fungi akan menghasilkan spora. Mirip juga dengan lumut daun dan algae, fungi memiliki nukleus yang haploid

  • STRUKTUR  TUBUH  JAMUR
Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.


  •       CARA  HIDUP
Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:
*        Saprofit
merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang
dikeluarkan oleh inangnya.
*          Parasit
>  Parasit obligat
merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,
sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).
> Parasit fakultatif
adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang
sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang
cocok.
*        Mutual

 
  •       HABITAT
Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.

  •       REPRODUKSI
Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.

  •      KLASIFIKASI
*      ZYGOMYCOTINA
>  Tubuh multiseluler.
>  Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
>  Hifa tidak bersekat.
>  Reproduksi:
- Vegetatif: dengan spora.
- Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan
                  menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi
                  individu baru.
>  Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.

*      ASCOMYCOTINA
>  Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
>  Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
>  Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
>  Reproduksi:
- Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler 
                        membentuk spora dari konidia.
- Generatif: membentuk askus yang menghasilkan askospora.
>  Contoh spesies:
a.            Sacharomyces cerevisae:
                sehari-hari dikenal sebagai ragi.
                    - berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
                    - mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses  
                            fermentasi

                                                b.            Neurospora sitophila:
                                                                jamur oncom.
                                               
c.            Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum
                                                                penghasil antibiotika penisilin.
 
*      BASIDIOMYCOTINA
>  Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora.
>  Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.
                              > Contoh spesies:
                                                 
a. Volvariella volvacea :
                                                        jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
                                                 
b. Auricularia polytricha :
                                                        jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
                                                 
c. Exobasidium vexans :
                                                       parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight

 
*      DEUTEROMYCOTIN
>  Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif.
>  Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.


BAB III
Peranan Fungi dalam Kehidupan

  •       PERANAN YANG MENGUNTUNGKAN
         **      Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
*                **       Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe 
             dan oncom.
         **      Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.
         **      Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
         **      Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

  •       PERANAN YANG MERUGIKAN
         **      Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.
         **      Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.
         **      Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
         **      Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
         **      Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.
         **      Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.