Jumat, 18 Oktober 2013

Contoh Laporan Prakerin untuk Jurusan Multimedia (Sekolah Pelita Raya) -bag II

BAB  I
PENDAHULUAN

I.1   Latar  Belakang
         Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian dari kurikulum yang dilaksanakan sebagai salah satu syarat bagi siswa untuk mengikuti Ujian Nasional (UN)  dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMK Swasta Pelita Raya Jambi.
         Prakerin juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan, yakni untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Hal ini, sejalan dengan visi dan misi sekolah menengah kejuruan, “mewujudkan tamatan yang berkompeten dalam bidangnya”. Sesuai dengan kurikulum yang diterapkan untuk melaksanakan uji kompetensi berupa pendekatan project work, di mana penulis diminta untuk menerapkan beragam fungsi multimedia yang telah dipelajari.
         Project work merupakan suatu aplikasi penerapan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah dan diwujud-nyatakan dalam action/praktek nyata di lapangan dengan mengumpulkan data lapangan mengenai manfaat multimedia di Sekolah Pelita Raya yang kemudian disusun menjadi sebuah data laporan yang dapat dipertanggung-jawabkan.
          Proses pengumpulan data lapangan harus melalui tahapan tertentu. Hal ini, penting untuk mendapatkan hasil data yang akurat.
         Berdasarkan pengamatan lapangan, Sekolah Pelita Raya telah menerapkan banyak manfaat dari multimedia. Penulis berusaha untuk mempelajari manfaat dari multimedia yang terdapat di Sekolah Pelita Raya, kemudian membandingkannya dengan teori yang telah dipelajari dan selanjutnya mengimplementasikannya ke dalam praktek.
          
I.2   Sejarah dan Perkembangan TI
       TI atau yang  lebih dikenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dimulai dari penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875.  Temuan ini, kemudian diikuti dengan perkembangan jaringan komunikasi dengan kabel di seluruh Benua Amerika, yang kemudian ikut berkembang di seluruh Translatik.

          Di awal abad 20, terjadi sebuah perkembangan baru , yakni transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat yang segera diikuti oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, dalam bentuk siaran televisi pada pertengahan abad 20.
         Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943, kemudian diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (intergrated electronics) pada tahun 1957d.
         Perkembangan TI paling pesat terjadi pada era Perang Dingin. Di era ini, persaingan IPTEK antara blok barat dan blok timur menyebabkan kedua kubu saling berlomba untuk mengembangkan IPTEK. Efek lanjutan dari kondisi ini adalah lahirnya mikroprosesor, yang merupakan otak perangkat keras yang terus berevolusi sampai saat ini.
         Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital, dan hasilnya adalah ditemukanlah telepon seluler.
         Di abad 21 ini, perkembangan teknologi terus berjalan. Hal ini didukung dengan faktor-faktor seperti faktor ekonomi yakni persaingan bisnis antara satu perusahaan dan perusahaan lain, budaya, dsb. Perkembangan teknologi ini, yang juga dikenal dengan revolusi digital, menciptakan berbagai mesin yang semakin mampu untuk menggantikan kerja manusia.

I. 3   Tujuan dan Manfaat
       Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan Prakerin ini adalah sebagai berikut:
1.       Mengembangkan ilmu pengetahuan peserta didik yang telah diperoleh di sekolah untuk dapat diterapkan di berbagai dunia industri. 
2.      Menghasilkan peserta didik yang berkualitas sehingga dapat membangun bangsa.
3.       Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kreatifitas untuk mengembangkan teknologi baru sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, dapat memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dengan baik.
4.       Memberikan pengalaman konkrit kepada peserta Prakerin sekaligus gambaran mengenai peluang kerja setelah tamat SMK.

BAB  II
KEADAAN UMUM PERUSAHAAN (Du/Di)

II.1   Sejarah Berdirinya Perusahaan (DU/DI)
         Yayasan Pendidikan Pelita Raya didirikan berdasarkan akte notaris no. 57 tahun 2003. Operasional pembangunan fisik sekolah dimulai pada tanggal 12 Januari 2004. Operasional sekolah dimulai pada tahun ajaran 2004/2005 untuk jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK Akuntansi, dengan total siswa, pada awalnya, sebanyak 43 orang.
         Pada tahun 2005, Sekolah Pelita Raya membuka jurusan baru untuk SMK, yakni Multimedia. Selain itu, Yayasan Pendidikan Pelita Raya juga membuka sebuah unit baru, yakni Sekolah Dasar.
         Pada tahun 2006, Pelita Raya mendirikan sebuah taman kanak-kanak.
         Pada tahun 2007, Yayasan Pendidikan Pelita Raya berhasil menamatkan angkatan pertama SMP, SMA jurusan IPA dan IPS, serta SMK untuk jurusan Akuntansi lulus. Ujian nasional untuk tingkat SMP menginduk di SMPN 6, sedangkan untuk SMA, menginduk ke SMAN 2. Sementara ujian nasional untuk SMK dilangsungkan di SMK 2. Siswa yang lulus pada tahun ini sebanyak 39 orang.
         Pada tahun 2008, siswa angkatan kedua di SMP, SMA serta SMK Pelita Raya lulus dengan presentasi 100%. Pada tahun ini, ujian nasional sudah dapat dilangsungkan di Sekolah Pelita Raya.
         Hingga sekarang, pada tahun 2013, Sekolah Pelita Raya telah berkembang hingga dipercaya lebih dari 800 siswa, dengan jumlah kelas sebanyak 20 ruang untuk siswa SMP, SMA, dan SMK.
          
II.2   Letak Geografis Perusahaan
                SMK Swasta Pelita Raya beralamat  Jalan Kopral Ramli, no. 89, kelurahan Talang Bakung, kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

II.3   Ketenagakerjaan
1.       Bapak (nama kepala sekolah), merupakan Kepala SMK Swasta Pelita Raya. Beliau meminta laporan perpustakaan dari kepala perpustakaan.
2.       Ibu (nama kepala perpustakaan), selaku Kepala Perpustakaan, bertanggung jawab terhadap perpustakaan secara keseluruhan, dan memberikan laporan mengenai perkembangan perpustakaan kepada kepala sekolah.
3.       Petugas teknis, yakni (nama-nama petugas teknis perpustakaan), bertugas untuk menjaga kondisi buku dan memperbaiki buku-buku yang rusak di perpustakaan. Selain itu, petugas teknis juga bertanggung jawab untuk memberikan laporan mengenai buku kepada kepala perpustakaan.
4.       Petugas pelayanan, (nama-nama petugas pelayanan pepustakaan), bertugas untuk melayani pengunjung perpustakaan dan mencatat berbagai transaksi peminjaman buku. Petugas pelayanan bertanggung jawab untuk memberikan laporan pengunjung kepada kepala perpustakaan.

BAB  III
PROSES OPERASIONAL PERUSAHAAN (Du/Di)

III.I   Alur Pelaksanaan Operasional Perusahaan (DU/DI)
            Berikut ini adalah alur pelaksanaan operasional Perpustakaan Pelita Raya: 

III.2   Input dan Output Perusahaan (DU/DI)
       Input pada Perpustakaan Pelita Raya adalah berupa buku (baik fiksi maupun non-fiksi), globe, peta dan beberapa alat peraga pendidikan.
         Sementara output perpustakaan berupa jasa, baik jasa membaca buku di tempat (perpustakaan), jasa peminjaman buku dan alat peraga pendidikan, jasa penggunaan lokasi perpustakaan untuk kegiatan tertentu, jasa pelayanan guru, dan sebagainya.

III.3   Permasalahan dan Resiko pada Perusahaan (DU/DI)
            Perasalahan yang dialami perpustakaan:
1)      Proses pencarian buku di perpustakaan sulit dan memakan waktu.
2)      Sedikitnya jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan. Dan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana (fasilitas audio visual, rak buku, luas ruangan, dsb).
3)      Sedikitnya buku yang terdapat di perpustakaan, terutama buku fiksi dan jarang terdapat buku baru di perpustakaan.
Resiko yang dialami perpustakaan:
1)      Buku perpustakaan yang dipinjam rusak, hilang, atau dicoret-coret.
2)      Alat peraga yang dimiliki perpustakaan rusak atau disalah-gunakan oleh siswa.

III.4   Pemanfaatan Sistem TI pada Perusahaan (Du/Di)
1)      Untuk mempercepat proses pengelolaan data pengunjung di perpustakaan.
2)      Untuk mempercepat proses pengelolaan data buku di perpustakaan.
3)      Untuk mempercepat proses pembuatan grafik perpustakaan.
  
III.5   Sistem Pengawasan/Evaluasi pada Perusahaan (DU/DI)
         Sehari-hari, perpustakaan dijalankan oleh pegawai perpustakaan. Namun, perkembangan Perpustakaan Pelita Raya selalu berada di bawah pengawasan kepala perpustakaan, yakni Ibu Ir. Cherly Alase. Untuk setiap perubahan yang dilakukan di perpustakaan, maka akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada kepala perpustakaan.
         Untuk evaluasi kinerja pegawai perpustakaan, diadakan rapat karyawan. Sesekali, kepala perpustakaan langsung datang ke perpustakaan untuk evaluasi.


 BAB  IV
PEMBAHASAN

IV.1   Alur Kegiatan di Perusahaan (DU/DI)
       Buku-buku perpustakaan bersumber dari pihak sekolah, bantuan dari pemerintah (dinas pendidikan dan kebudayaan), dan sumbangan dari siswa, baik yang alumni maupun yang masih berstatus siswa.
         Buku-buku tersebut, kemudian dicatat oleh petugas perpustakaan sebagai buku perpustakaan. Kemudian buku-buku tersebut diberi nomor dan disampul oleh petugas. Setelah selesai, buku-buku tersebut siap dipajang di rak perpustakaan, dipilah berdasarkan aturan klasifikasi buku, kelas, dan isi buku.
         Ketika ada pengunjung (anggota perpustakaan) yang ingin meminjam buku, maka buku  yang akan dipinjam akan dicatat oleh petugas.
         Ketika buku dikembalikan, maka akan dilakukan proses pencatatan lagi dan pengecekan lama peminjaman. Untuk siswa, waktu maksimal peminjaman adalah 7 hari, jika lebih, maka siswa akan dikenakan denda.

IV. 2   Penyelesaian Permasalahan dan Konsekuensinya
Permasalahan yang ditemui oleh penulis dan penyelesaiannya:
1)      Proses pencarian buku yang sulit dan memakan waktu. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan memanfaatkan sistem TI, yakni dengan menggunakan sebuah software berbasis database sebagai katalog perpustakaan sehingga data dari buku yang diinginkan dapat segera ditemukan.
Dengan adanya katalog, maka siswa cukup mengetikkan keyword atau judul buku yang diinginkan, maka data-data mengenai buku akan segera ditemukan.
2)      Sedikitnya jumlah pengunjung (siswa) yang datang ke perpustakaan ada dari dua sebab. Sebab pertama adalah faktor jarak. Gedung Perpustakaan Pelita Raya tidak menyatu dengan gedung SMK Pelita Raya, sehingga siswa SMK jarang ke perpustakaan. Apalagi, jika hal yang dibutuhkan tidak terlalu penting.
Faktor ke dua, perpustakaan yang kurang menarik bagi siswa karena perpustakaan hanya  menjadi  tempat membaca dan meminjam buku, tanpa ada fungsi lain.
  Sedikitnya jumlah buku yang terdapat di perpustakaan, terutama buku fiksi (novel, komik, kumpulan puisi, dsb). Hal ini juga merupakan salah satu faktor yang menurunkan daya tarik perpustakaan.

Konsekuensi:
Ada beberapa konsekuensi dari kondisi di atas keadaan perpustakaan semakin efektif dan bermanfaat, antara lain:
1)      Perlu disediakan seperangkat komputer (minimal terdiri dari mouse, keyboard, dan monitor, untuk CPU dapat share dengan CPU lain perpustakaan) untuk mengadakan katalog perpustakaan. Juga harus disediakan ruang/meja untuk lokasi perangkat komputer.
2)      Perlu menyediakan beberapa unit komputer, lengkap dengan modem dan meja serta lokasi untuk meletakkan meja di perpustakaan agar fasilitas online library (perpustakaan online) dapat dijalankan. Padahal, perpustakaan sendiri tidak memiliki banyak ruang kosong lagi.
3)      Perlu untuk mengeluarkan sejumlah biaya untik pengadaan fasilitas audio visual, pebaikan serta pelengkapan alat peraga, pembuatan lemari, meja dan juga pembelian buku-buku baru yang mungkin tidak sedikit.

IV.3   PENERAPAN DAN PENGGUNAAN SISTEM TI
         Perpustakaan Pelita Raya menerapkan Microsoft Excel dalam membuat data dan laporan, baik laporan pengunjung, data buku, dan sebagainya. Selain itu, Perpustakaan Pelita Raya juga menggunakan Microsoft Excel untuk pembuatan grafik pengunjung, dan grafik peminjaman buku.
         Selain Microsoft Excel, beberapa program berbasis pengeditan gambar juga digunakan dalam pembuatan peringatan-peringatan di dalam perpustakaan seperti peringatan untuk tidak berisik dan menjaga kebersihan perpustakaan.

 BAB  V
PENUTUP

V.1   Kesimpulan
         Perpustakaan Pelita Raya memiliki koleksi buku dan alat peraga yang cukup, namun masih perlu ditingkatkan, diperbanyak, dan diperbaiki. Supaya perpustakaan semakin maksimal dan efektif, maka perlu dipersiapkan berbagai sarana pendukung, seperti komputer, lemari, meja, dan lainnya.
         Selain meningkatkan sarana, usaha untuk meningkatkan pelayanan juga penting. Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan yakni dengan menggunakan sistem TI, yakni memanfaatkan software berbasis database sebagai katalog perpustakaan. Hal ini penting karena semakin berkembangnya perpustakaan, maka pelayanan dari tenaga kerja yang terbatas tak akan mencukupi.
         Dengan adanya software berbasis database sebagai katalog perpustakaan, maka pengunjung perpustakaan dapat mencari sendiri buku yang diinginkan dan mengetahui letak buku tersebut. Dengan begitu, pekerjaan staf perpustakaan, terutama staf pelayanan akan dimudahkan.

V.2   Saran
       Adapun saran untuk Perpustakaan Pelita Raya adalah sebagai berikut:
1)      Menyempurnakan pembuatan katalog dengan memanfaatkan software berbasis database.
2)      Buku perpustakaan sebaiknya diperbanyak, terutama buku-buku fiksi. Selain itu, ada baiknya perpustakaan berlanganan majalah (contoh: Intisari) karena di dalam majalah juga terdapat informasi-informasi lain, tidak hanya terbatas pada buku.
3)      Sebaiknya ada sebuah rak khusus untuk koran, sehingga koran-koran tidak terletak di sembarang tempat yang akan membuat perpustakaan berantakan.
4)      Semakin perlunya dikembangkan fasilitas-fasilitas seperti perpustakaan online dan audio visual di perpustakaan sangat menarik bagi siswa/i, apalagi aspek ini menjadi salah satu primadona dalam perkembangan TI.
5)      Pemanfaatan sistem TI sebaiknya ditingkatkan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi baik dari segi efisiensi waktu, maupun finansial (uang).
6)      Merancang kembali lokasi gedung perpustakaan yang menyatu atau minimal dekat dengan gedung SMK Pelita Raya. Jika memungkinkan, perlu dipikirkan perpustakaan untuk setiap satuan pendidikan.





Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Profil Yayasan Pendidikan Pelita Raya. Jambi: Research and Developmen YPPR.